Sungai Ci Tanduy sebagai Sumber Kehidupan


Pada episode ke-2 ini saya akn membahas tentang PASIR

Pasir menjadi salah satu tumpuan mata pencaharian bagi seorang kepala keluarga untuk menafkahi keluarga. Nah untuk pasir ini ada yang di hasilkan dari sungai (pasir sungai), ada juga yang tidak dari sungai, melainkan digali di tempat tertentu yang letaknya tidak terlalu jauh dari sungai.


Pencarian pasir sungai lebih sulit di bandingkan pasir hasil galian. Hal ini dikarenakan selain harus melawan panas matahari dan dinginnya air sungai, juga harus melawan derasnya aliran sungai. Ditambah lagi dengan bahaya adanya luapan air sungai yang dapat tiba sewaktu-waktu.

Menyelam dan menyingkup pasir dari dasar sungai berkali-kali dilakukan demi terkumpulnya pasir di perahu. Hal ini biasa dilakukan bagi para pencari pasir sungai. Namun apabila hujan datang dan sungai meluap tentu para pencari pasir sungai ini, tidak bisa mencari uang.
Hal ini tidak lantas di jadikan mereka untuk berdiam diri menunggu surutnya luapan air sungai yang tidak tidak dapat diprediksi kapan berhentinya. Mereka mengganti profesinya dari mencari pasir sungai menjadi penggali pasir. Cangkul dan tenaga menjadi modal utama dalam pekerjaan ini. Menggali... menggali dan menggali pasir, hal itulah yang dilakukan demi mendapatkan sepeser uang untuk dapat mengatasi masalah ekonomi.
Kebutuhan tidak akan pernah habis terpenuhi, namun bagaimanakah dengan Sumber Daya Alam? Apakah akan terus ada dan tidak akan habis?
Sekian..............

ANDA MEMBUTUHKAN BATU PASIR SILAHKAN DATANG KE ALAMAT BERIKUT :                    
Dsn. Karang Pucung Kulon, Ds. Jajawar. Kec. Banjar Kota Ban jar.                                 

Penulis : dienz Liverpudlian ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Sungai Ci Tanduy sebagai Sumber Kehidupan ini dipublish oleh dienz Liverpudlian pada hari . Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Sungai Ci Tanduy sebagai Sumber Kehidupan
 

0 komentar: